Analisa Kebakaran Hutan di 34 Provinsi Republik Indonesia

octadandy.com – Dari database Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa kita dapatkan informasi Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan (Ha) per provinsi se Indonesia dari Tahun 2010-2015, seperti berikut;

Rekap Data Sipongi MenLHK 2010-2015

Tujuan Timeline Analisis :

  1. Mengetahui Persentase peningkatan atau penurunan luas hutan terbakar ?
  2. Mengetahui Provinsi yang paling rawan kebakaran hutan di tahun 2015?
  3. Mengetahui Provinsi yang paling tinggi peningkatan luas lahan terbakar di tahun 2015?
  4. Mengetahui Rata-Rata pertahun luas hutan yang terbakar Periode 2010-2015?

Deskriptif Kalkulasi ;

  1. Persentase Total Luas Hutan terbakar Periode 2010-2015
    • Di tahun 2015 (11.240,78 Ha) mengalami penurunan sebesar 25% dari total hutan terbakar di tahun 2014 (44.111.36 Ha);
    • Tahun 2010 ke 2011 mengalami penurunan tertinggi selama 5 tahun sebesar 75%, Tahun 2013 ke 2012 mengalami penurunan sebesar 51%;
    • Peningkatan tertinggi di tahun 2013 ke 2014 sebesar 903% atau 9x lipat, sementara dari tahun 2011 ke 2012 mengalami peningkatan sebesar 367% atau hampir 4x lipat;.
  2. Provinsi paling Rawan Kebakaran Hutan di tahun 2015
    • Riau menempatkan diri dalam peringkat pertama jumlah luas hutan terbakar paling tinggi di tahun 2015 (2643 Ha) dari 34 Provinsi, walau luas hutan terbakar mengalami penurunan sebesar 42% dari luas lahan terbakar di tahun 2014 (6.301,1 Ha);
    • Di ikuti Jambi dengan Luas hutan terbakar di 2015 (2217 Ha), Kalimantan tengah (1120,4 Ha), Jawa Barat (1024,7 Ha) dan Kalimantan Barat (995,32 Ha);
  3. Provinsi Jawa Tengah mengalamani Peningkatan luas lahan terbakar sebesar 265% (424,73 Ha) di tahun 2015 dari tahun sebelumnya (159,76 Ha), di ikuti Jawa Barat 186%, lalu Sulawesi Selatan 158%. Diluar Fokus Pulau Sumatera dan Kalimantan alangkah baiknya Pulau-Pulau lain mendapat prioritas untuk Pencegahan dan Pengamanan di Tahun berikutnya.
  4. Total luas hutan selama 5 Tahun periode 2010 -2015 sebesar 76.289,62 Ha sehingga di dapat rata-rata pertahun luas hutan terbakar di 34 Provinsi di Republik Indonesia sebesar 15.257,92 Ha,

Peramalan (Forecasting) :

  1. Dari data [1] disimpulkan bahwa terbukti “ADA” indikator peningkatan atas keperdulian pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi mencegah kebakaran hutan , walaupun belum  memuaskan publik terdampak asap kebakaran di tahun 2015;
  2. Dari Data [2] untuk provinsi dengan Indikator Luas Hutan terbakar di tahun 2015 oleh provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Jawa Barat serta Kalimantan Barat, sehingga bisa menjadi acuan untuk faktor probabilitas tertinggi untuk prioritas Urgent dan Important di dalam penanganan Kebakaran hutan dan lahan di tahun-tahun berikutnya.
  3. Dari data [3] untuk provinsi dengan Indikator peningkatan luas kebakaran hutan tertinggi oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, lalu Sulawesi Selatan. Ini menjadi indikator bila ketidakperdulian dan kelalaian penanganan kebakaran hutan tidak dilaksanakan mengingat peningkatan yang terjadi masih tidak mengalami penurunan.
  4. Dari data [1] & [4] Indikator Total Kebakaran Hutan 2015 masih di bawah rata-rata kebakaran hutan selama 5 tahun;

Kesimpulan :

  1. Diluar Paradigma Pemerintah, kedepan Diperlukan data detail tie in per locus di 34 provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kecamatan, sehingga akurasi data bisa di alokasikan untuk efektifitas pencegahan dan pengamanan;
  2. Diluar Faktor Cuaca (Force Majeure), Analisa Tingkat Ketidak perdulian (Ignorance) dan Perubahan Pola perilaku (Behaviour) Masyarakat di sekitar locus kebakaran hutan dan lahan mempengaruhi signifikan baik untuk pencegahan maupun pengamanan;
  3. Tinggi nya tingkat Keperdulian di karenakan kejenuhan Masyarakat akibat bencana asap dari Pembakaran hutan dan lahan (Hampir 18 tahun) merupakan trigger untuk menjali kesepakatan bersama (common sense) agar di tahun tahun berikutnya tidak terjadi lagi Pembakaran hutan di Republik Indonesia.

Sumber Data :

  1. Data Sipongi Men LHK : http://sipongi.menlhk.go.id/
  2. Metode Analysis Timeline (Analisa Kurun Waktu);

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *