Lagi, Kebakaran Hutan Terjadi di Gunung Merapi [18/08]

Forum Forums News Kehutanan dan Lingkungan Hidup Lagi, Kebakaran Hutan Terjadi di Gunung Merapi [18/08]

Tagged: ,

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  dandy 1 year, 10 months ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #349

    dandy
    Keymaster

    Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus meluas dan membakar tanaman-tanaman pokok di wilayah tersebut. Kali ini, lahan seluas 2,2 hektare di Kawasan TNGM Blok Tempel, Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, kembali terbakar, Selasa (18/8/2015).
    Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00. Awalnya api membakar semak belukar di wilayah tersebut.
    Jago merah terus membesar dan melumat vegetasi penting seperti pinus, duwet, puspa, salam, jambu biji, beringin, gayam, aren, dan awar-awar.
    “Lokasi kebakaran berada di atas lokasi yang terbakar pada Senin (17/8/2015) lalu. Kami menduga ada unsur kesengajaan manusia dan alam dalam kebakaran yang terakhir ini,” ujar Kepala Seksi Wilayah 1 TNGM, Nurpana Sulaksono kepada Tribun Jogja, Selasa (18/8/2015).
    Nurpana menjelaskan, untuk kebakaran kali ini memang paling besar dibandingkan dengan empat kejadian kebakaran sebelumnya.
    Dia juga menyayangkan ada beberapa vegetasi yang ikut terlalap jago merah. Padahal, vegetasi tersebut sangat penting untuk menjaga ekosistem hutan di wilayah TNGM.

    Sulit Dipadamkan
    Adapun lamanya pemadaman yang menelan waktu sekitar 3 jam dikarenakan adanya pinus yang terbakar dan mengeluarkan cairan terpentin.
    Cairan ini, ujar Nurpana merupakan cairan yang mudah terbakar dan jika terbawa angin akan merembet.
    Awalnya, pemadaman dilakukan dengan cara manual yakni dengan menggunakan gebyok, cabang pohon basah dan kayu.
    Pemadaman dilakukan oleh Balai TNGM bersama Kelompok Tani Jurang jero Asri dan Forum Merapi Merbabu Hijau.
    “Untuk pemadaman kali ini, kami juga didukung dengan Slip on (mobil pemadam kebakaran) sejumlah 1 unit yang dikerahkan untuk memadamkan titik api yang sulit dipadamkan pada tonggak kayu pinus,” paparnya.
    Diapun menjelaskan, untuk antisipasi kebakaran susulan, TNGM melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, Koramil, Polsek Srumbung.

    Termasuk melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang bahaya kebakaran.

    “Kami juga akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan sesuai dengan UU Kehutanan nomor 41 Tahun 1999 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Miliar,” tegasnya.
    Nurpana menegaskan sanksi tegas akan diberlakukan jika memang pihaknya sudah menemukan pelaku pembakaran yang secara sengaja merusak ekosistem hutan untuk kepentingan tertentu.
    Meski belum melapor pada pihak berwajib, namun saat ini polisi kehutanan telah diterjunkan untuk menyelidiki kasus ini.
    Sebelumnya, lahan sekitar 1 hektar di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Dusun Tempel, Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, terbakar, Senin (17/8/2015). Kebakaran ini diduga lantaran unsur kesengajaan manusia.
    Kebakaran juga terjadi pada Minggu (9/8/2015) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Api bisa dipadamkan dengan cara manual.
    Namun, jago merah kembali membakar semak pada Senin (10/8/2015) sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian selanjutnya terjadi pada Jumat (14/8/2015).
    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Sujadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait. Seperti Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan kelompok masyarakat peduli api (MPA) yang tinggal di desa dekat dengan puncak Gunung.
    Mereka ikut mengantisipasi dan memadamkan api bersama BPBD, dan relawan jika ada kebakaran.
    Kelompok masyarakat tersebut sebelumnya dilatih terlebih dahulu terkait penanganan kebakaran hutan. Beberapa instansi yang terlibat dalam pelatihan itu seperti dari TNGM, dan Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang.
    “Di situ dilatih salah satu cara yang dilakukan jika terjadi kebakaran hutan adalah memadamkan api menggunakan ranting pohon,” terangnya.

    (Tribunjogja[dot]com)

Viewing 1 post (of 1 total)

The forum ‘News Kehutanan dan Lingkungan Hidup’ is closed to new topics and replies.